Nasi Tumpeng Nasi Ambeng

Entah ada angin apa, tiba-tiba saya menerima sebuah sms dari salah seorang seorang Srikandi Balatidar, “Mas, mau minta info tentang nasi ambengan, Njenengan paham maknanya ndak Mas? Di Magelang ada juga ndak ya istilah tersebut? Nuwun.”

JSDP13Saya tentu saja bukan seorang budayawan ataupun filosof yang memiliki latar belakang akademis ataupun pengetahuan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun demikian sebagai putra asli Magelang yang lahir dan dibesarkan di salah satu lingkungan wilayah pancernya lima gunung, saya hanya mengisahkan apa yang pernah saya lihat, saya alami, saya rasakan, dan mungkin yang saya bayangkan dan angankan berkaiatan dengan tradisi kendurian di desa kami. Dengan demikian saya akan membatasi pembicaraan pada hal tersebut. Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Agenda Gelaran Festival Tlatah Bocah X

FTB 2016

Sampingan | Posted on by | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Adat dan Ruwat

Pagi yang sedikit berbalut kabut mendung itu, saya sedikit berbincang dengan Bli Putu. Masih ingat berita besar menjadi isu utama di Pantai Kuta Bali minggu-minggu lalu? Berita menghebohkan mengenai meninggalnya seorang petugas kepolisian oleh seorang turis mancanegara itu mengundang rasa ingin tahu saya. Mungkin sebab-musabab peristiwa tragis tersebut mungkin sekedar kesalahpahaman, namun kita semua sangat menyayangkan hingga nyawa seseorang harus melayang.

Informasi di luar lingkup berita yang dikabarkan selama ini justru saya ketahui dari cerita Bli Putu. Pengungkapan motif, bukti, dan saksi oleh pihak berwajib memang terus dilakukan secara intensif. Bagaimanapun, di dalam wilayah negara hukum, ketentuan hukum harus ditegakkan. Secara legal formal tentu saja kasus itu akan bermuara kepada proses penuntutan, persidangan, hingga penjatuhan hukuman kepada terdakwa. Namun di luar hal yang legal formal tersebut, ternyata sebuah peristiwa pembunuhan bagi masyarakat adat di Bali juga memiliki sisi implikasi lain dari segi adat yang selama ini mereka taati. Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , | Meninggalkan komentar

Candi Asu Nan Membisu

Hari itu kira-kira seminggu selepas  lebaran. Setelah beberapa rangkaian hari-hari sebelumnya kami isi dengan ujung alias silaturahmi kepada  sanak famili, kami sengaja mengagendakan jelajah ke beberapa situs candi yang ada di kaki Merapi. Dan candi pertama yang kami dapati merupakan candi dengan nama yang sungguh unik. Candi Asu!

Candi Asu2Candi Asu terletak di sekitar Desa Sengi, termasuk wilayah administrative Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi bercorak Hindu ini konon dulunya merupakan tempat pemujaan terhadap Dewa Shiwa. Kenapa nama Candi Asu menjadi unik? Tentu saja bagi siapapun yang paham dengan Bahasa Jawa langsung tahu maknanya. Asu, dalam Bahasa Jawa, bermakna anjing. Jadi kalua diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, Candi Asu menjadi Candi Anjing. Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Semarak Kampung Kemerdekaan

Jika Ramadhan tahun ini kampung tempat tinggal kami semarak dengan tematik Kampung Ramadhan, maka bertepatan dengan kehadiran bulan Agustus kali ini kampung kami juga mendeklarasikan diri sebagai Kampung Kemerdekaan. Kemerdekaan adalah perayaan kita bersama. Kemerdekaan adalah milik setiap komponen anak bangsa. Maka menjadi kewajiban kita semua untuk memaknai kembali jiwa dan semangat patriotisme maupun nasionalisme seiring datangnya tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya.

Sebagai langkah awal mensuasanakan Kampung Kemerdekaan, maka semenjak awal bulan seluruh komponen masyarakat sudah mulai berbenah lingkungan fisik di masing-masing wilayah rukun tetangga. Gapura di mulut gang mulai dibangun. Pagar-pagar dibenahi kembali dan diperbarui catnya. Bendera dan umbul-umbul warna-warni mulai dikibarkan. Demikian halnya lampion serta berbagai hiasan kreatif dari berbagai bahan bekas. Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , | Meninggalkan komentar

Ngimpi Jadi Menteri

Kisah ini mungkin hanya terjadi di negeri antah berantah. Negeri yang tengah dilanda badai prahara dahsyat. Negeri yang baru bertransisi dari dunia tradisional ke dunia modern, namun menjadi semakin jauh dari akar jati dirinya. Keadaan semakin bertambah runyam dengan kendali roda pemerintahan di tangan para oportunis yang sekedar menggunakan aji mumpung untuk kepentingan dirinya sendiri. Mumpung berkuasa, mumpung menjabat, mumpung jadi bupati, mumpung jadi gubernur, mumpung jadi menteri, dan lain sebagainya.

Termasyur semenjak jaman dahulu kala, negeri yang tengah dilanda petaka itu, adalah negeri subur. Negeri kaya raya dengan segala sumber daya alam yang tidak ada duanya di muka bumi. Dengan kesejukan iklimnya semua tanaman bisa tumbuh di tanah negeri itu. Ibarat tongkat ditanam jadi pepohonan. Lautnya yang luas nan dalam menyimpan bermilyar jenis ikan yang tidak akan habis dipanen hingga tujuh turunan. Singkat kata negeri itu adalah potongan taman surga yang diturunkan ke dunia. Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , | Meninggalkan komentar

Hati-hati Main Api

Malam baru saja menjelang. Petang baru saja turun ke batas cakrawala. Waktu Maghrib baru sesaat tiba. Sebagian dari warga di kampong kami bergegas menunaikan sholat Maghrib di mushola. Selepas turun dari sholat jamaah, barulah kehebohan itu terjadi.
Orang-orang, tua-muda, laki-perempuan, bapak-ibu, anak-anak dan juga  para bocah berhamburan menuju sebuah rumah salah satu warga. Kehebohan itu berawal dari suara yang keras melengking dari dalam rumah tersebut, “Kebakaran….kebakaran! Tolong….tolong!” Celakanya lagi suara tersebut merupaka suara seorang bocah.

Adalah si Reji, bocah berumur enam tahun sehari-harinya ditinggal bekerja oleh ayah dan ibunya. Ayahnya seorang tukang ojek di pengkolan sebuah gerbang perumahan elit. Adapun ibunya menjadi petugas kebersihan di sebuah lapangan futsal di samping pasar. Sepanjang waktu di rumah, Reji hanya ditemani oleh Aldi, kakaknya yang sudah duduk di kelas tujuh SMP.

Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , | Meninggalkan komentar