Ramadhan dan Godaan

Memang sih kita selalu diberi pencerahan bahwa Ramadhan bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan, dan bulan penuh keistimewaan. Saking istimewanya bulan ini, setiap amalan wajib diganjar dengan pahala berlipat ganda. Amalan sunnah diberikan pahala sebagaimana amalan wajib. Setan dibelenggu untuk menggoda manusia, pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Betapa bulan ini seharusnya menjadi ladang panen pahala dan keberkahan bagi setiap ummat Islam.

Namun demikian, keistimewaan bulan Ramadhan bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya tanpa ada usaha dan ihtiar manusia. Meskipun berbagai discount atau bonus kemurahan digelar murah meriah oleh Allah, namun jika si manusianya sendiri tidak memiliki itikad dan niat untuk lebih rajin lagi beribadah dalam bertaqarub kepadaNya tentu saja Ramadhan hanya akan berlalu tanpa makna sama sekali. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Tinggalkan komentar

Ramadhan dan Ngabuburit

Istilah ngabuburit pada awalnya memang hanya dikenal di lingkungan masyarakat Priangan atau Sunda. Namun seiring dengan kemajuan media komunikasi, istilah ngabuburit sempat diangkat melalui beberapa program acara di beberapa stasiun televisi swasta semenjak beberapa tahun silam. Akhirnya kata ngabuburit seolah melebur dan diadop menjadi kosa kata dalam bahasa Indonesia yang hampir dipahami oleh semua warga tanah air dari Sabang sampai Merauke.

Dari beberapa sumber, ngabuburit dalam bahasa Sunda berasal dari kata burit yang berarti waktu menjelang sore hari saat matahari terbenam. Istilah ini kemudian memiliki makna khusus berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan dalam rangka menunggu waktu tibanya buka puasa alias adzan Maghrib di bulan suci Ramadhan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | 3 Komentar

Ramadhan dan Jalan-jalan

Jalan-jalan? Siapa yang tidak suka atau mau diajak jalan-jalan? Terlebih bagi manusia yang berjiwa petualang, jalan-jalan merupakan suatu cara untuk menyalurkan naluri menghibur diri ataupun menambah wawasan dan pengalaman. Jalan-jalan dan petualangan tentu membutuhkan stamina prima serta tenaga ekstra. Tuntutan kekuatan badan secara fisik tentu menjadi perhatian utama. Lalu seiring dengan bulan Ramadhan, apakah hasrat jalan-jalan Anda harus ditunda sementara waktu? Bukankah tatkala siang hari pada saat kita berpuasa, tenaga dan stamina tubuh jelas turun tidak seperti biasanya.

Sebenarnya kembali kepada model jalan-jalan apa yang kita lakukan. Jalan-jalan ringan sekitar tempat tinggal, taman kota, keliling kampung, atau jelajah alam hingga jelajah antar negara antar benua. Bukankah banyak pilihan? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Tinggalkan komentar

Ramadhan dan Keamanan

Masih melanjutkan serial tulisan mengenai Ramadhan di Kampung. Kali ini kaitan antara keberadaan bulan Ramadhan dan keamanan kampung. Ramadhan sebagai bulan pelaksanaan puasa justru terkadang tidak dimaknai dengan pola makan yang lebih sederhana. Dikarenakan seharian penuh tidak makan dan minum, sebagaian besar ummat justru ingin menuntaskan segala hasrat soal makan begitu tanda berbuka puasa tiba. Kolak, es teh, es buah, es kelapa muda, sirup merupakan beberapa contoh minuman yang ingin segera disambar tatkala Maghrib tiba. Demikian halnya dengan menu makan besar, seperti opor, sate, gulai, ayam bakar, nasi rendang, dll, seolah ingin segera dipindahkan dari wadahnya langsung ke perut. Pelajaran puasa yang memiliki inti terhadap penahanan hawa nafsu, seketika jebol begitu adzan Magrib berkumandang.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Tinggalkan komentar

Ramadhan dan Ujian

UjianMasa kedatangan bulan Ramadhan tahun ini bersamaan dengan masa kenaikan kelas atau kelulusan bagi anak-anak sekolah. Sebelum masa tersebut tentu saja anak-anak harus menghadapi serangkaian tes atau ujian. Nah, apakah ada hubungan hikmah yang lebih mendalam antara Ramadhan dan serangkaian ujian bagi anak-anak kita tersebut?

Shahibul hikmah, setiap kejadian atau rangkaian kejadian yang dijalani oleh manusia senantiasa terkandung hikmah mulia sebagai tanda-tanda kebenaran ayat-ayat Allah SWT. Sebagaimana kita ketahui bersama, ayat-ayat Allah dapat dibedakan menjadi ayat-ayat kauliyyah dan ayat-ayat kauniyyah. Ayat-ayat kauliyyah merupakan ayat-ayat yang difirmankan dalam kitab suci Al Qur’an melalui pewahyuan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Adapun ayat-ayat kauniyyah merupakan bukti-bukti kebesaran Allah yang dihamparkan di alam semesta, termasuk peristiwa apapun yang terjadi di dalamnya. Ujian anak sekolah bisa dimaknai sebagai salah satu ayat kauniyyah tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , | Tinggalkan komentar

Ramadhan di Kampung

Marhaban RamadhanDulu sekali, sewaktu masih menjalani episode jadi mahasiswa di kampus, menjelang dan pada saat bulan suci Ramadhan sering mendengar sebuah akronim sakti khas bulan puasa. Bagi rata-rata mahasiswa muslim, tentu tidak asing dengan istilah RDK! Ya, RDK Ramadhan di Kampus. RDK merupakan sebuah program kemasan para aktivis muslim di kampus. Setidaknya untuk Kampus Biru Bulaksumur, RDK merupakan gawe tahunannya aktivis dan keluarga besar Jamaah Shalahuddin.

Di jaman itu, kampus semegah Gadjah Mada belum sama sekali memiliki Masjid Kampus. Untuk kegiatan rohani dan peribadatan civitas akademika muslim di masing-masing fakultas ataupun jurusan rata-rata telah memiliki mushola sendiri. Bahkan Jamaah Shalahudin sebagai organisasi kemahasiswaan otonom masih turut numpang di Gelanggang Mahasiswa samping Boulevard Bulaksumur. Namun dengan segala keterbatasan tersebut tidak pernah mengurangi gebyar dan makna kesakralan kegiata RDK. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Tinggalkan komentar

Nikmat Sehat Yang Terlupa

Menurut petuah para bijak, ada dua kenikmatan yang seringkali terlupakan oleh manusia. Kedua nikmat tersebut terkadang baru terasa betapa sangat berartinya tatkala kita tidak menjumpainya. Nikmat apakah itu? Tidak lain dan tidak bukan, nikmat tersebut adalah ashikhatu ‘ala waktiha. Nikmat sehat dan waktu luang? Anda setuju dengan petuah para bijak tersebut?

Betapa kita setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap waktu senantiasa disibukkan oleh kegiatan duniawi. Kerja, kerja, dan kerja lagi. Terkadang kita bekerja hingga melupakan waktu. Banting tulang, kerja peras keringat, bahkan hidup-mati seolah tidak ada lagi kegiatan lain di luar kerja dan kerja. Dalam arti positif dan berimbang, tentu saja semangat kerja yang tinggi merupakan suatu kebaikan. Akan tetapi jika kerja keras yang dilakukan hingga melupakan banyak hal yang lain dan tidak berimbang, maka justru dampak negatif yang seringkali kita tuai. Bisa berupa stress, bisa berupa kelelahan jiwa raga, bahkan sakit. Nah tatkala sakit inilah baru kita sadari bahwa nikmat sehat itu terasa amat mahal harganya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Alam | Tag | Tinggalkan komentar