Festival Tlatah Bocah IX

FTB IX Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Catatan Hari Anak Yang Terlewat

Anak dan AlamAnak lahir secara alamiah dari kandungan ibu. Sedangkan alam telah menghamparkan keindahan ibu pertiwi. Maka secara naluri alamiah, seorang anak manusia akan merasakan ketentraman dan kedamaian, termasuk kenyamanan nyata tatkala dapat bersatu padu dengan alam. Ketika semua hubungan alamiah itu dirangkai oleh ketulusan kasih sayang Tuhan, maka sepanjang masa akan selalu abadi terjalin segitiga cinta suci antara Allah-Aku(Anak)-Alam. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Alam | Tag , , | Meninggalkan komentar

Ramadhan dan Sepasang Kucing

Amalan ibadah apapun, termasuk sholat dan puasa Ramadhan, tujuan utamanya adalah dalam rangka pencapaian akhlakul karimah. Bukankah Kanjeng Nabi Muhammad sendiri pernah ngendhika bahwa dirinya diutus ke tengah ummat manusia tidak lain dan tidak bukan dalam rangka memperbaiki atau membangun akhlak manusia. Jika ibadah disepadankan dengan sebuah proses, maka sholat dan puasa tadi merupakan inputan proses dan output proses itulah akhlakul karimah.

Adalah si Ponang kecil yang tahun ini sudah “lebih serius” belajar puasanya. Ketika suatu pagi kami sempat jalan-jalan sekedar menikmati dan menghirup segarnya udara pagi, di suatu gerombolan tebon di pinggiran jalan terdengar suara ngeong-ngeong mungil nan nyaring. Sejenak kami amati, keluarlah empat ekor anak kucing imut bin lucu. Melihat keempat kucing kecil tanpa induk semang tersebut, pikiran si Ponang langsung jatuh kasihan. Dengan merengek keras, ia meminta agar kucing tersebut dibawa pulang untuk dipelihara lebih layak. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , | 1 Komentar

Ramadhan dan Diponegoro

Takdir DiponegoroSiapa yang tidak mengenal Pangeran Diponegoro? Sosok pahlawan nasional yang satu ini setidaknya pasti pernah dipelajari di bangku sekolah. Namun seberapa rinci pengetahuan kita berkaitan dengan tokoh ini, tentu saja sangat beragam spektrumnya bagaikan merah, kuning, hijaunya warna pelangi. Diponegoro dan bulan Ramadhan, apakah ada hubungannya?

Di samping dikenal luas sebagai seorang pangeran yang memimpin perlawanan terhadap Kompeni Belanda yang dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830), Diponegoro sejatinya juga sosok muslim yang sangat shaleh. Ia merupakan figur santri yang mendapat bimbingan dari bebera ulama terkemuka, diantaranya Kiai Mojo. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Tokoh | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Ramadhan dan Godaan

Memang sih kita selalu diberi pencerahan bahwa Ramadhan bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan, dan bulan penuh keistimewaan. Saking istimewanya bulan ini, setiap amalan wajib diganjar dengan pahala berlipat ganda. Amalan sunnah diberikan pahala sebagaimana amalan wajib. Setan dibelenggu untuk menggoda manusia, pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Betapa bulan ini seharusnya menjadi ladang panen pahala dan keberkahan bagi setiap ummat Islam.

Namun demikian, keistimewaan bulan Ramadhan bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya tanpa ada usaha dan ihtiar manusia. Meskipun berbagai discount atau bonus kemurahan digelar murah meriah oleh Allah, namun jika si manusianya sendiri tidak memiliki itikad dan niat untuk lebih rajin lagi beribadah dalam bertaqarub kepadaNya tentu saja Ramadhan hanya akan berlalu tanpa makna sama sekali. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Ramadhan dan Ngabuburit

Istilah ngabuburit pada awalnya memang hanya dikenal di lingkungan masyarakat Priangan atau Sunda. Namun seiring dengan kemajuan media komunikasi, istilah ngabuburit sempat diangkat melalui beberapa program acara di beberapa stasiun televisi swasta semenjak beberapa tahun silam. Akhirnya kata ngabuburit seolah melebur dan diadop menjadi kosa kata dalam bahasa Indonesia yang hampir dipahami oleh semua warga tanah air dari Sabang sampai Merauke.

Dari beberapa sumber, ngabuburit dalam bahasa Sunda berasal dari kata burit yang berarti waktu menjelang sore hari saat matahari terbenam. Istilah ini kemudian memiliki makna khusus berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan dalam rangka menunggu waktu tibanya buka puasa alias adzan Maghrib di bulan suci Ramadhan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | 3 Komentar

Ramadhan dan Jalan-jalan

Jalan-jalan? Siapa yang tidak suka atau mau diajak jalan-jalan? Terlebih bagi manusia yang berjiwa petualang, jalan-jalan merupakan suatu cara untuk menyalurkan naluri menghibur diri ataupun menambah wawasan dan pengalaman. Jalan-jalan dan petualangan tentu membutuhkan stamina prima serta tenaga ekstra. Tuntutan kekuatan badan secara fisik tentu menjadi perhatian utama. Lalu seiring dengan bulan Ramadhan, apakah hasrat jalan-jalan Anda harus ditunda sementara waktu? Bukankah tatkala siang hari pada saat kita berpuasa, tenaga dan stamina tubuh jelas turun tidak seperti biasanya.

Sebenarnya kembali kepada model jalan-jalan apa yang kita lakukan. Jalan-jalan ringan sekitar tempat tinggal, taman kota, keliling kampung, atau jelajah alam hingga jelajah antar negara antar benua. Bukankah banyak pilihan? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar