Tembus Postingan ke 400

Posting ke 400Dulu ketika awal-awal mengenal dunia blog, bara semangat empat lima senantiasa berkobar dan menjadi penyemangat untuk membuat postingan dengan rutin. Sekian jam atau sekian hari tidak menyentuh halaman dashboard seolah ada sesuatu yang terasa hambar dalam hidup. Di samping membuat postingan dan mengutak-atik dashboard, blogwalking juga menjadi rutinitas tersendiri yang sangat mengasyikkan. Dari sinilah diantara sesama blogger saling berkomentar, saling bertegur sapa, bahkan saling mempertautkan rasa persaudaraan tanpa batas. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Blogger | Tag , , , | 2 Komentar

Rombongan Kere Hore

Negara republik ini tengah sakit. Semua tahu dan tidak menyangsikan hal itu. Diantara bagian komponen bangsa yang menjadikan keprihatinan kita semua, tentu saja para oknum aparatur negara yang bermental korup. Ada deretan oknum pejabat, wakil rakyat, aparatur negara, dll juga para penegak hukum. Termasuk juga tentunya kalangan para pegawai yang telah digaji dengan uang rakyat tetapi tidak bekerja secara profesional. Golongan terakhir inilah yang dikisahkan oleh seorang sahabat saya kali ini. Sahabat saya tersebut kebetulan bekerja di salah satu instansi pemerintah pusat.

Angin reformasi yang telah berhembus selama hampir tujuh belas tahun tidak menjadikan serta-merta semua sikap dan perilaku korup sama sekali terkikis. Bahkan jika perilaku ini dulunya hanya dilakukan oleh kalangan oknum tertentu dan secara sembunyi-sembunyi, kini menurut sahabat saya tersebut, perilaku korup dilakukan secara lebih terstruktur, sistematis, dan dibungkus dengan legalitas aturan yang lebih rapi. Celakanya lagi, dilakukan secara berjamaah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | 2 Komentar

Hachiko, Anjing Ashabul Kipit

HachikoKisah anjing yang paling legenda barangkali adalah anjing yang bersama dengan beberapa para pemuda yang diasingkan Tuhan dalam sebuah goa selama berabad-abad. Mereka tidur sangat panjang namun tidak merasakan waktu yang panjang tersebut, termasuk pula si anjing peliharaan mereka. Karena tidur karib bersama anjing di dalam goa, maka para pemuda tersebut kemudian mendapat julukan sebagai ashabul kahfi. Betapa seekor anjing bisa sangat setia kepada orang-orang terdekatnya. Konon pula menurut sohibul hikayat, anjing tersebut kelak juga akan masuk ke surga menemani para pemuda sholeh tersebut.

Ada pula kisah mengenai anjing lain yang juga dimuliakan Tuhan. Konon ada seekor anjing yang kehausan di tengah gurun padang pasir. Hawa panas dan terik sinar matahari sudah tentu menjadikan anjing tersebut sangat kehausan. Ketika dilihatkan ada sebuah sumur tua di tepian jalan, anjing tersebut tanpa berpikir panjang langsung menerjang ember yang ada di bibir sumur. Celakanya ember tersebut tidak dapat menahan berat tubuh si anjing sehingga anjing tersebut terperosok dan jatuh ke dalam sumur. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Raya | Tag , , | Tinggalkan komentar

Belajar Melukis di Kandank Jurank

KDJ1Tulisan ini merupakan tulisan kedua mengenai aktivitas kreatif yang rutin digelar di markas Komunitas Kandank Jurank Doank milik Dik Doank di kawasan Jurangmangu. Salah satu kegiatan pengembangan seni yang dilaksanakan di Kandank Jurank adalah workshop seni lukis. Acara ini digelar secara terbuka di tengah pelataran setiap Ahad Pagi. Hangat sinar mentari pagi diiringi dengan kicauan burung dengan terpaan hembusan angin sawah sangat cocok sebagai sarana pengantar penggalian ide kreatif yang dapat dituangkan melalui karya seni lukis.

Minggu pagi di pertengahan April ini sebenarnya tidaklah dirancang secara khusus untuk menyambangi Kandank Jurank. Akan tetapi tanpa angin, tanpa hujan, senja hari sebelumnya tiba-tiba terbetik ide untuk angon bocah-bocah ke tempat Mas Dik tersebut. Akhirnya jadilah minggu pagi itu si Ponang dan Genduk bangun lebih pagi dengan semangat menyambangi Jurangmangu. Kepergian kali ini merupakan ke dua kalinya untuk si Ponang, adapun Genduk baru pertama kali turut jalan minggu pagi yang cukup jauh. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Bulan Merah – Novel Keroncong Perjuangan

Bulan MerahSeorang kakek berkisah sebuah dongeng kepada cucunya tentu saja sesuatu yang lumrah dan wajar. Dongeng memang dipaido keneng, bisa sesuatu yang memang hanya sebuah cerita rekaan namun bisa juga merupakan sebuah kisah yang memang nyata-nyata pernah ada. Antara rasa penasaran ini pulalh yang dirasa Bre tatkala kakeknya mengurai cerita tentang Bulan Merah.

Bulan Merah konon merupakan sebuah kelompok musik keroncong eksis secara misteris di paruh jaman pergerakan nasional tatkala republik ini masih digenggam kekuasaan kolonialis Belanda. Adalah Bumi dan Siti, keponakan Rawi yang mewarisi segala bakat dan darah seni pamannya yang sepanjang umur hidupnya digeluti dalam dunia musik keroncong. Mereka sebenarnya anak dari Said, seorang tokoh pembawa pesan perjuangan, alias mata-mata atau telik sandi. Ketika pada suatu ketika aksi mereka dipergoki patroli Belanda, berondongan peluru memberondong tubuh Said dan istri hingga menjadikan Bumi dan Siti yatim piatu hingga untuk selanjutnya ia diasuh oleh Rawi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Sastra | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Kenduri Cinta Edisi April 2015

Gratis, Lesehan, dan Barokah!

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Makrifat Kasing Sayang Es Doger

Sebagai orang tua, adalah sebuah kewajaran jika tidak lelahnya untuk berpesan kepada anak-anaknya yang masih bocah untuk tidak sembarangan jajan. Di tengah jaman edan saat ini, tidak hanya sekali dua kali kita mendengar pemberitaan mengenai aneka jajanan anak yang tidak higienis. Entah yang makanan kadaluarsa lah, yang menggunakan pewarna berbahaya, yang berpengawet bahan kimia, bahkan daging celeng atau babi.

Untuk para penjaja makanan anak di sekolah si Ponang, menurut saya belum pernah terdengar isu-isu yang menghebohkan sebagaimana yang pernah diungkap di media tivi ataupun koran di atas. Akan tetapi sebagai sekedar nasehat untuk anak-anaknya, tentu saja setiap orang tua selalu menyampaikannya. Setidaknya terhadap jajanan macam apapun harus diingatkan untuk memperhatikan setidaknya standar kebersihan dan pengemasan makanan. Hal ini penting karena tak jarang bersumber dari makanan jajanan bisa menganggu kesehatan, meskipun sekedar pilek atau batuk-batuk. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , | Tinggalkan komentar