Sumber Air Minum Kemasan

Masih bicara berkaitan dengan jalur Bogor – Sukabumi, namun kali ini bukan soal kemacetan lalu lintasnya. Meskipun demikian, apa yang akan dipaparkan juga masih berkaitan dengan kemacetan tersebut. Sebagaimana sedikit saya singgung, salah satu faktor tingginya frekuensi kendaraan di jalur macet ini berkaitan dengan hilir mudiknya truk-truk tangki maupun kontainer besar yang mendukung operasional pabrik-pabrik di sepanjang kanan kiri jalan.

Mungkin sempat terlintas pertanyaan, kenapa banyak pabrik di jalur tersebut? Jika kita lebih cermat mengamati, di sepanjang waktu jalanan jalur macet Bogor – Sukabumi banyak dipadati mobil tangki, truk pengangkut galon, juga mobil box berukuran besar. Lebih teliti lagi kita bisa mengungkap bahwa sebagaian besar kendaraan besar tersebut berkaitan dengan distribusi produk minuman kemasan. Hal ini terlihat dari berbagai label ataupun plakat, ataupun produk yang diangkut secara terbuka. Ada galon aqua, ada yakult, es cream, minuman bernergi, produk susu olahan, dlsb. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Alam | Tag , , | Meninggalkan komentar

Macet Ala Bogor – Sukabumi

Macet! Siapa yang suka dengan kemacetan lalu lintas? Jika kita setiap hari melakuka aktivitas yang mengharuskan bermobilisasi dari satu tempat ke tempat lain, kemacetan merupakan masalah besar. Seiring dengan pertambahan jumlah pengguna jalan raya dan juga peningkatan kendaraan bermotor yang sangat pesat, tentu saja daya tampung jalanan yang ada menjadi semakin terbatas. Hal inilah yang memicu terjadinya kemacetan.

Di Indonesia sendiri, mungkin kemacetan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai kota besar. Jakarta, tentu saja adalah kota yang setiap hari tenggelam dalam permsalahan kemacetan yang semakin sulit untuk diurai. Betapa para pekerja ibu kota yang rata-rata tinggi di luar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang setiap hari berjibaku dengan kemacetan tatkala pergi ataupun pulang kerja. Kemacetan menghabiskan waktu produktif sebagian banyak orang. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | Meninggalkan komentar

Sang Gautama Ngisor Blimbing

budhaponang

Gambar | Posted on by | Tag , | Meninggalkan komentar

Tembang Bocah Cilik

Bermain dan bernyanyi, mungkin cara itulah  yang saya alami di awal masa-masa mengenal dunia sekolah taman kanak-kanak. Guru-guru sekolah di masa itu mungkin tidak mengenal ataupun paham dengan teori pengajaran dan pendidikan yang muluk-muluk. Bagi kebanyakan mereka, menjalani profesi guru adalah sebuah panggilan jiwa. Dengan panggilan itulah kemudian tumbuh cinta yang kemudian menjadi energi luar biasa untuk mendidik anak bangsa dengan berbagai kreativitas dan metode yang diimprovisasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Metode pendidikan jaman dulu, secara teoritis mungkin kalah canggih dibandingkan metode di jaman modern yang serba melek informatika saat ini. Dengan segala keterbatasan di lapangan, justru para guru itu menemukan banyak ragam cara mengajar yang justru membangkitkan anak didik untuk mencari ilmu dan bukan sekedar mendapatkannya dengan cara menghafal. Memang tidak semua guru memiliki kesadaran sebagaimana saya gambarkan, tetapi saya cukup beruntung memiliki guru-guru yang mungkin melampaui jamannya dalam mendidik siswa-siswinya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , | Meninggalkan komentar

Maneges Qudrah

MQNama Maneges Qudroh merupakan pemberian dari Cak Nun, kurang lebih 5 tahun lalu ketika kami para Jamaah Maiyah Magelang berniat ingin mengadakan forum paseduluran bagi Jamaah Maiyah di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Menurut Cak Nun, Maneges berasal dari salah satu cerita pewayangan yaitu lakon Anoman Maneges. Dalam cerita tersebut diceritakan Semar dan Anoman sebagai pamonge Pandhawa mendapat tantangan untuk mencairkan suasana yang semakin keruh dan rumit dan Anoman berubah menjadi raksasa yang besar.

Cak Nun membandingkan Kresna ketika berubah menjadi raksasa dengan ketika Anoman Maneges berubah menjadi raksasa. Sebab beda, kalau Kresna berubah wujud menjadi raksasa, sedang Anoman berubah menjadi raksasa tapi wujudnya tetap Anoman, ia berubah menjadi besar tanpa berubah wujud aslinya sebagai Anoman.

“Nah sekarang Anomane sih cilik banget nang magelang kae” kata Cak Nun. Beliau menambahkan “Nek koe sinau maneges, lambat atau cepat kudu gelem ngethek-ngethek sitik, jenenge wae Anoman, iyo to? Gelem tirakate kethek, tirakate monyet, tirakat dikethek-ketheke wong, diremeh-remehke uwong, dan saya kira tirakat yang terbaik adalah diremehkan orang”.

Cak Fuad mengatakan Qudroh berarti Kekuasaan Allah, sedangkan Cak Nun menafsirkan Qudroh itu sebagai tindakan khususnya Allah, karena tindakan yang rutinnya adalah Sunatullah.

“Ibarate ngene, nek wit kelopo ki Sunatullahe radue pang, nek ono wit kelopo due pang kui berarti Qudroh”.

Hingga saat ini, Maneges Qudroh telah menjelma menjadi majelis ilmu yang rutin dilaksanakan setiap malam minggu pertama di tiap bulannya. Bertempat di Omah Maneges, Jumbleng, Tamanagung Muntilan, dimulai jam 19.30, Maneges Qudroh membuka diri kepada siapa saja yang ingin berbagi wacana ataupun apa saja dalam majelis ilmu, lungguh bareng entuk ngelmu entuk sedulur.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Ngadem di Cirebon Waterland

Cirebon WaterlandTaman Ade Irma Suryani merupakan salah satu lokasi yang meghadirkan berbagai wahana permainan anak beberapa tahun silam. Saat kami beranjangsana ke lokasi taman yang berada di bibir pantai tepat sebelah Pelabuhan Niaga Cirebon, justru kami hanya mendapatkan reruntuhan dan bongkaran bangunan yang sudah diratakan dengan tanah. Beruntung kami masih bisa menemukan beberapa pohon waru doyong sehingga kami masih bisa menikmati semilir angin laut, deburan ombak, serta kicauan burung camar.

Tiga tahun berselang, kami kembali mengunjungi Kota Trasi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah tersebut. Beberapa informasi yang berhasil kami dengar, bekas lokasi Taman Ade Irma Suryani kita telah diubah menjadi lokasi Cirebon Waterland. Cirebon Waterland merupakan taman rekreasi dan bermain berbasis wahana permainan air yang telah diresmikan sekitar pertengahan tahun lalu. Tentu saja hal ini sangat sesuai dengan keberadaan wahana yang tepat berada di sisi pantai Laut Jawa. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , | Meninggalkan komentar

Antara Dubur dan Tadabur

SERI ILMU KENDURI CINTA – Edisi Mei 2016

Bukan Kenduri Cinta atau forum Maiyyah lainnya jika tidak terdapat berbagai banyolan dan ungkapan menggelitik tetapi senantiasa dapat digali sebagai ilmu pengetahuan baru yang membawa kepada suatu pencerahan pemikiran. Termasuk ungkapan Cak Nun yang menggiring sebuah pertanyaan kepada Cak Fuad mengenai kedekatan hakekat antara dubur dengan tadabur di tengah sesi diskusi bulanan Kenduri Cinta, Sabtu 14 Mei 2016 dini hari tadi.

Cak FuadSebelumnya sebagai sebuah prolog pemaparan, Cak Fuad yang merupakan kakak tertua Cak Nun menguraikan sejarah awal mula dan asal-usul keberadaan forum Padhang Mbulan di Jombang pada era 70-an. Konsep kajian yang pertama kali diterapkan adalah pengajian tafsir Al Qurán.  Tafsir merupakan metode cara memahami Al Qurán dengan mencari makna dari huruf per huruf,  kata per kata, kalimat ke kalimat hingga kesatuan utuh sebuah ayat, bahkan surat tertentu. Untuk melakukan tafsir diperlukan kemampuan khusus yang tidak semua orang dapat melakukannya. Merekalah orang-orang yang disebut mufasir.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar