BBM: Bola Bali Munggah Medun

Ungkapan bola-bali munggah-medun, berarti sering naik juga sering turun. Dalam kondisi gonjang-ganjing harga minyak dunia yang tidak stabil dan kemudian pemerintah kita justru menganut dinamika ketidakstabilan tersebut dalam menetapkan harga bahan bakar minyak di dalam negeri, sudah pasti membuat kalangan rakyat gelisah dan gusar. Siapa suruh bikin singkatan BBM?

Bagaimanapun BBM merupakan barang yang turut menentukan hajat hidup rakyat banyak. Memang rakyat tidak meminum BBM secara langsung, akan tetapi dalam berbagai aspek kegiatan sehari-hari, BBM sangat diperlukan dalam rangka transportasi orang maupun barang. Meskipun bisa jadi rakyat jelata sama sekali tidak memiliki kendaraan pribadi, tetapi setidaknya tetap mempergunakan jasa transportasi yang notabene bertumpu secara operasional terhadap BBM. Jadi jika harga BBM naik, otomatis harga jasa transportasi yang harus dibayar juga bertambah mahal.

Dalam kurun waktu lima bulan perjalanan pemerintahan Jokowi, setidaknya sudah beberapa kali terjadi penetapan perubahan harga BBM. Pernah BBM dinaikkan sangat drastis hingga rata-rata kenaikannya Rp 2.000,-. Pada saat itu semua sektor kehidupan langsung terkena imbas. Tarif transportasi langsung naik, harga kebutuhan sehari-hari juga naik. Semua menjadi bertambah mahal dan daya beli masyarakat secara umum turun drastis. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | Tinggalkan komentar

Nek Dadi Ojo Dudu, Nek Dudu Ojo Dadi

Ing sawijining dina ing adicara Kenduri Cinta, Cak Emha Ainun Nadjib ngandakake kahanane para pemimpin negara ing jaman saiki. Beda banget sipat para pemimpin ing jaman perjuangan utawa awal kemerdekaan mbiyen. Umpama wae dwitunggal proklamator Bung Karno lan BUng Hatta. Uga isih ana akeh pemimpin kang tansah dadi tuladha tumraping kawula senajan para priyagung mau wis kapundhut ing Pangeran, kayadene para pahlawan nasional.

Jejere pemimpin kudu nduweni sikap lan perbawa kaya kang wis diajarake denig Ki Hajar Dewantara, ” Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Dadi pemimpin kudu tansah bisa empan papan. Pemimpin kudu tansah nduweni pekerti luhur kang bisa dituladhani dening sakabehing para kawula. Minangka pengarep, jejering pemimpin kudu menehi tuladha kang apik. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Jawa | Tag , | Tinggalkan komentar

Renungan Nasib Nasi Basi

Pagi-pagi menjelang terbit fajar, seorang tetangga sebelah yang hendak berangkat kerja berpapasan dengan seorang tetangga yang lain. Tetangga yang lain tersebut tergopoh-gopoh membopong sepanci sisa nasi. Ia rupanya hendak “membuang” nasi sisa tersebut di kandang samping pekarangan yang menjadi basecamp beberapa jenis unggas, seperti ayam dan menthok.

Membuang sisa nasi, nampaknya hanya sebuah peristiwa biasa. Toh banyak rumah tangga, terlebih warung makan dan restoran yang pasti menyisakan nasi basi yang kemudian mesti dibuang. Akan tetapi coba kita bayangkan jika nasi sebakul lebih dibuang dari sebuah keluarga yang sekedar menyandarkan hidupnya dari seorang kepala rumah tangga yang berprofesi sebagai tukang ojek! Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , , | Tinggalkan komentar

Menulis Membentuk Pekerti

Menulis mungkin sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari aktivitas kita sehari-hari. Seiring dengan kemajuan teknologi, mulai dari mesin ketik manual, mesin ketik elektronik, hingga komputer yang jauh lebih canggih, kita semakin dimanjakan sehingga semakin jarang menulis langsung dengan tangan kita. Sekedar mencatat hal-hal kecil dan khusus, mungkin kita memang masih menulis tangan. Selebihnya, kita sudah terbiasa menulis dengan mesin tulis.

Di masa kecil, mulai semenjak berkenalan di bangku sekolah taman kanak-kanak, kita tentunya sudah diperkenalkan kepada menulis dengan tangan. Di masa awal keberadaaan kita di sekolah dasar, justru saya sempat mendapatkan pengajaran khusus yang berkaitan dengan keahlian menulis tangan. Menulis ternyata tidak sembarangan hanya sekedar menulis. Menulis merupakan sebuah keahlian, bahkan seni, yang menjadi wajib untuk dipelajari dalam ilmu menulis halus. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Sastra | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Lebih Murah, Belum Tentu Lebih Indah

Sudah beberapa tahun terakhir, terutama semenjak masa pimpinan Ignatius Jonan, PT KAI sebagai perusahaan pelayanan jasa perkeretaapian satu-satunya di Nusantara terus berbenah. Pembenahan yang dilakukan berkaitan dengan infrastruktur maupun kualitas pelayanan. Kereta api merupakan sarana transportasi umum yang paling handal dalam menembus antar lokasi di Jakarta yang senantiasa macet total.

Untuk pelayanan jasa kereta api di wilayah Jabodetabek, sudah beberapa tahun ini diterapkan kelas tunggal dengan menggunakan kereta commuter line. Pengenaan tarif lokalpun menjadi sangat murah dan terjangkau bagi semua kalangan pengguna atau penumpang. Tarif murah tentu saja menjadi berkah bagi para pelanggannya. Di samping berkah bagi para pelanggan, ibarat gula yang beraroma semakin manis, layanan kereta api juga semakin menarik masyarakat Jakarta dalam bermobilitas. Akibatnya berbondong-bondong masyarakat beralih menjadi pengguna jasa kereta commuter line. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Petani Menagih Janji

Heboh soal traktor? Jika kita menyimak beberapa pemberitaan beberapa hari terakhir di berbagai media massa tanah air, ada hal menarik mengenai traktor bantuan Presiden. Beberapa bulan di masa awal pemerintahannya, Presiden Jokowi menginstruksikan penghematan anggaran di berbagai instansi pemerintah. Anggaran yang dihemat di Kementerian Pertanian, diantaranya kemudian diwujudkan dalam bentuk traktor yang siap diberikan kepada para petani untuk memacu swasembada beras nasional.

Kala itu seremonial penyerahan traktor yang konon berjumlah 1300 itu nampak sangat gegap gempita. Deretan traktor-traktor baru yang masih kinyis-kinyis memenuhi suatu lapangan, bahkan meluber di jalanan tempat acara tersebut. Beberapa perwakilan kelompok tani kemudian didaulat untuk menerima bantuan traktor tersebut secara simbolik. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Rawat Ruwat Buku

Kata rawat dan ruwat memang mirip. Tidak hanya dari segi pengucapan, makna rawat dan ruwatpun sedikit mirip. Andaikan anak-anak yang terlahirkan secara kembar, pasti rawat dan ruwat ini merupakan kembar siam yang dempet menyatu jiwa dan raganya semenjak proses pembuahan membuahkan embrio dan berkembang menjadi janin untuk kemudian lahir ke dunia nyata.

Rawat merupakan suatu kegiatan untuk memelihara sesuatu dengan tujuan fungsi atau kegunaan sesuatu yang dirawat tersebut tetap dapat berlangsung atau berlangsung lebih lama lagi, awet dan tidak mudah rusak, bahkan nilai guna dan fungsinya syukur-syukur bisa bertambah. Handphone perlu dirawat agar terus bisa digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh. Kita mandi setiap hari juga dalam rangka merawat tubuh kita agar tetap terjaga kebersihannya, tetap sehat dan terhindar dari berbagai ancaman penyakit, di samping tentu saja harapan setiap orang agar diberikan umur panjang. Demikian halnya dengan makan, minum, tidur. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Ngisor Blimbing | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar