Reuni 20 Tahun SMA 4B Yogyakarta

Tiga tahun memang penggalan waktu yang teramat singkat, bahkan jika dibandingkan rentang waktu dua puluh tahun yang telah melewatinya. Namun siapapun tidak akan dapat menyangsikan kenyataan bahwa dalam rentang waktu yang terlihat singkat tersebut telah menggoreskan ribuan bahkan mungkin jutaan kenangan abadi yang tidak akan pernah dapat lekang oleh waktu. Masa itu adalah masa sekolah di bangku SMA tercinta, SMA 4B Yogyakarta.

Resto Iwak Kalen

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran senantiasa menjadi momentum penting untuk kembali mempererat tali siaturahim. Tali indah anugerah kasih Tuhan Yang Maha Pengasih tersebut tidak hanya terbatas terhadap sesama saudara sedarah dari trah leluhur yang sama. Persaudaraan melewati batasan darah, batasan trah, agama, suku, asal-usul dan lain sebagainya. Persaudaraan adalah fitrah suci manusia itu sendiri. Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Hari Anak di Pusaran Pokemon Go

Anak anane mergo dianak-anake! Barangkali demikian ungkapan ringan para sesepuh pendahulu kita. Adalah kedua orang tua menjadi perantara kehadiran seorang anak manusia di muka bumi. Anak kemudian menjadi amanah simalakama jika tidak ditunaikan dengan penuh tanggung jawab.

GBB8Anak sholeh dan sholihah membawa pahala jariah yang mengalir tiada henti serta menghantarkan orang tua ke dalam surga-Nya. Sebaliknya anak tholeh, si anak durhaka justru menjerembabkan orang tua ke panasnya api neraka. Surga atau neraka adalah pilihan. Satu kata kunci, bagaimana mendidik mereka bahkan semenjak benih, menjadi janin, bayi, bocah, hingga remaja dengan baik! Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , | Meninggalkan komentar

Gelaran Festival Lima Gunung XV

Dataran tinggi Magelang sebagai maha-gelang, lingkaran gelang maha-raksasa, yang terwujud dari penjelmaan lima gunung yang mengelilingi menyimpan berjuta mutiara kearifan luhur. Di dataran tanah yang subur tersebut tersemai dengan baik benih-benih peradaban awal bangsa Nusantara. Adalah Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra menjadi peletak dasar pertama dengan peninggalan beragam warna dan rupa candi-candi serta tata nilai sosial kemasyarakatan yang hingga kini tiada pudar.

Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Sunatan Akhir Ramadhan

SUNATANKotagede memang kita kenal sebagai bagian dari sejarah penting keberadaan Kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Panembahan Senopati. Kotagede, kota tua dengan sejuta kenangan, jejak sejarah, bahkan tradisi adiluhungnya yang masih terpelihara hingga kini. Masjid Agung, Makam raja-raja awal Dinasti Mataram, Pasar Legi, rumah kalang, perak, kipo adalah sisi-sisi kota di sudut tenggara Kota Budaya Jogjakarta.
Di luar keterkaitan sosio historis yang diajarkan di bangku sekolah melalui, sebenarnya saya secara peribadi juga memiliki hubungan emosional yang cukup mendalam dengan Kotagede. Kira-kira lebih dari dua puluh lima tahun silam, pada suatu Sabtu sore yang berawan, sebuah mobil station warna krem membawa Bapak, Simbah, Padhe, dan beberapa kerabat inti yang kesemuanya laki-laki. Tujuan dari rombongan kecil tersebut adalah untuk mengantarkan saya sunat. Ya, saya termasuk alumni produk jasa salah satu bong supit ternama di Kotagede.

Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , | Meninggalkan komentar

Nuansa Ngung di Simpang Lima Semarang

Menikmati ngabuburit di ibukota Pemerintahannya Jateng tentu sebuah kesempatan langka bagi kami. Maka sembari transit saat perjalanan mudik ke kampung halaman di Magelang, berhubung dapatnya tiket kereta api Argo Anggrek jurusan Surabaya, kami sempatkan rehat di Semarang.

Di samping sekedar transit, kesempatan mampir di Kota Atlas dalam suasana akhir Ramadhan tentu teramat sayang apabila tidak sekaligus turut menikmati nuansa ngabuburit di pusat kota. Bicara mengenai kawasan yang menjadi sentral dan titik strategis di kota ini mana lagi kalau tidak menyebut Simpang Lima Semarang. Dan kamipun terkabul dapat menyambangi kawasan ini di kala senja menjelang waktu Maghrib. Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , | 1 Komentar

Mudik BHI Reunion

Pagi menjelang setengah siang hari kemarin Stasiun Gambir lebih sibuk dari hari-hari biasanya. Bukan tanpa alasan dan bukan tanpa sebab, kemarin ternyata sudah memasuki H-6 Lebaran tahun ini. Hari-hari dimana hampir setiap perantau bermobilisasi massal pulang ke tanah leluhur. Mudik, sebuah tradisi tahunan yang semakin hingar-bingar sebagai hajatan nasional.

Mudik BHI ReunionSetelah mencetak boarding pass sebagai ketentuan baru PT KAI, meskipun saya sudah pegang tiket tercetak, rombongan keluarga kecil kami segera masuk ke area tunggu di Lantai 2 stasiun. Banyak para calon penumpang menunggu kereta masing-masing. Saking banyaknya calon penumpang yang menunggu, banyak diantaranya yang tidak kebagian kursi dan terpaksa lesehan ngglesot di lantai ruang tunggu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Blogger | Tag , , | 2 Komentar

Detik-detik Jelang Mudik

Sebagai orang yang luru pangupa jiwa alias mencari penghidupan di tanah rantau, lebaran adalah momentum yang sangat istimewa. Lebih dari lima belas tahun di tanah orang tidak pernah menjadi penghalang untuk senantiasa pulang di Hari Lebaran. Orang mengistilahkannya dengan mudik. Jadi berlebaran selalu di kampung halaman. Ibarat pepatah dimanapun tanah rantau, lebarannya selalu di Magelang.

MudikLebaran dan mudik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan bagi para perantau sebagaimana keluarga kecil kami. Mudik menjadi semacam titik balik siklus kehidupan kami. Sebelas bulan penuh dengan kesibukan kerja bagi kami sebagai orang tua, sekolah bagi anak-anak, dan beragam aktivitas yang lain menjadikan suatu kejenuhan tersendiri. Salah satu cara untuk mencairkan rasa jenuh itu ya dengan mudik, merayakan lebaran di kampung halaman. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , | 2 Komentar