Prepegan Pasar Muntilan

Roda waktu memang tidak bisa ditahan untuk terus bergulir. Ramadhan tahun ini segera akan berlalu. Ujung dari bulan suci tersebut adalah Idhul Fitri, kembalinya manusia kepada kefitrian dan kesucian dirinya. Manusia-manusia baru terlahirkan kembali setelah menjalani berbagai ibadah penyucian diri selama sebulan penuh. Ramadhan dengan segala hiruk-pikuk rangkaian ritual ibadahnya, ada puasa itu sendiri, tarawih, tadarus, takjilan, dan lain sebagainya usai sudah. Masa “sudah” inilah yang menjadikannya disebut sebagai lebaran. Idhul Fitri adalah Hari Lebaran.

Pasar MuntilanLebaran adalah hari kegembiraan bersama. Tidak tua tidak muda, tidak laki tidak perempuan, termasuk anak-anak sudah pasti menyambut lebaran dengan luapan kebahagiaan dan kegembiraan. Bagi kebanyakan orang, terutama bagi anak-anak, lebaran juga sering  identik dengan baju baru, celana baru, sepatu baru, sarung baru. Semua hal baru hadir bersamaan datangnya lebaran. Sudah tentu hal yang paling penting adalah hadirnya hati yang baru, yang lebih taat, yang lebih taqwa, yang lebih bijaksana, dan segala hal yang lebih baik. Dan memang usai Ramadhan dan datangnya Syawal harus menjadi penanda terjadinya peningkatan kualitas hidup, secara  jiwa dan ruhani, setelah tergapainya predikat taqwa sebagaimana tujuan ibadah puasa Ramadhan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

Eling Sembahyang

Pangripta Lagu: Ki Anom Suroto

Ki Anom SurotoWis wancine tansah dielengke

Wis wancine podo nindakake

Adzan wus kumandang wayahe sembahyang

Netepi wajib dawuhe pangeran

Sholat dadi cagaking agomo

Limang wektu kudu tansah dijogo

Kanti istiqomah lan sing tumakninah

Luwih sampurno yen berjamaah Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Jawa | Tag , , | Tinggalkan komentar

Keprihatinan atas Klenteng Magelang

lionghokbio   KlentengKobong

Untung tak dapat diraih, malangpung tak dapat ditolak. Itulah sebuah perumpaan yang menggambarkan betapa sebuah kehendak takdir senantiasa di luar jangkauan kekuasaan manusia untuk menolak atau menghindarinya. Ungkapan kepasrahan tersebut seringkali diakitkan dengan datangnya sebuah musibah atau cobaan kehidupan. Sebagaimana telah dilansir di beberapa media, Klenteng Liong Hok Bio yang menjadi salah satu ikon sejarah komunitas Tionghoa di Kota Magelang mengalami kebakaran. Hal ini tentu saja mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk para pemerhati pelestarian bangunan bersejarah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Magelangan | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Istana Schonbrunn Nan Anggun

Menikmati eksotika sejarah Kota Vienna tidaklah lengkap jika tidak mengunjungi Schloss Schonbrunn alias Istana Schonbrunn. Istana ini konon dulunya merupakan tempat peristirahatan musim panas bagi keluarga Kekaisaran Habsburg yang menguasai Austria-Hongaria.

Schonbrunn1Maria Theresa merupakan Ratu Austria yang sangat ambisius untuk menjadikan negerinya bermartabat dan disegani di kalangan kerajaan-kerajaan yang ada di daratan Eropa kala itu. Keanggunan dan wibawa Sang Ratu konon bahkan melebihi Francis Stephen, sang suami yang memegang pemerintahan. Dari ketiga belas putera-puteri Ratu Maria Theresa, satu diantaranya bernama Puteri Marie Antoinette. Sang puteri inilah yang kemudian diperistri oleh Putera Mahkota Kerajaan Prancis. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , | 4 Komentar

Menapak Sejarah Kahlenberg

Jum’at pagi itu, sedari waktu fajar Vienna diguyur hujan deras di tengah musim panas. Siklus pancaroba yang mengawali transisi musim nampaknya sudah dimulai di pertengahan tahun ini. Selepas hujan gerimis semakin menipis, saya langkahkan kaki keluar dari apartemen tempat menginap. Trem jalur O mengantarkan saya ke stasiun Wien Pratersten. Turun dari trem, saya langsung memasuki stasiun dan mengikuti arah peron U-1. Kereta bawah tanah ini kemudian mengantarkan saya menuju Schwedenplatz.

Kahlenberg1   Kahlenberg2

Di Schwedenplatz sayapun berganti melanjutkan perjalanan dengan kereta jalur U-4. Saya memang tengah menuju stasiun terakhir jalur U-4, stasiun Heiligenstadt. Setelah melewati beberapa stasiun antara, tak lebih dari 20 menit saya sudah tiba di stasiun akhir yang saya tuju. Stasiun akhir tersebut tentu saja belum merupakan tujuan akhir perjalanan saya pagi itu. Keluar dari sisi kiri stasiun, kaki saya langkahkan belok ke arah kanan. Beberapa langkah saya sudah menenukan halte bus jurusan 38A yang saya cari. Pagi itu saya ingin mendaki bukit di sisi barat laut Kota Vienna. Bukit itu dikenal sebagai Kahlenberg. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , | Tinggalkan komentar

Jum’atan di Jantung Eropa

Hari itu merupakan pertengahan bulan Ramadhan 2014. Jum’at siang itu tepat menunjukkan jam 12 siang. Datangnya tengah hari tersebut ditandai dengan dentangan lonceng di Gereja Katedral Stephanplatz yang gagah megah di jalur Karntnerstrasse, Malioboronya Kota Vienna. Bersamaan dengan bunyi lonceng tersebut, guyuran air hujan tumpah dari langit dengan lebatnya. Para pengunjung di jalur protokol tersebut segera berhambur mencari tempat teduh masing-masing. Kerumunan arus justru membawa kaki saya melangkah memasuki gereja. Rupanya di dalam gereja sedang dimulai sebuah misa suci.

Islamic Center1 Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , | 2 Komentar

Summer Time in Vienna

Schonbruun1Masih melanjutkan bicara tenteng summer. Pernah dengar lagu berjudul summer time? Saya sama sekali tidak tahu persis siapa pengarang atau komposer lagu tersebut. Tetapi beberapa kali pernah mendengar lagu tersebut dinyanyikan secara jazzy oleh beberapa pemusik jazz, seperti Beben Jazz dengan Komunitas Jazz Kemayorannya.

Nah, maaf-maaf saja. Sebenarnya apa yang mau saya tulis tidak ada hubungannya sama sekali dengan lagu summer time, tetapi benar-benar berkaitan dengan summer time sebagaimana bahasan postingan sebelumnya yaitu tentang musim panas pada bulan puasa seperti yang saat ini tengah berlangsung di belahan bumi sisi utara khatulistiwa. Nah memang sebuah kebetulan, pada saat puasa seperti sekarang ini kok ndilalah saya malah diperjalankan ke Vienna, jantung benua Eropa. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , , , | Tinggalkan komentar